Manajemen Inovatif Di Masa Sulit
Kali ini saya akan menjelaskan tentang Manajemen
Inovatif Di Masa Sulit. Mengapa inovasi itu penting ? Inovasi dalam produk,
layanan, sistem mananejmen, proses produksi, nilai-nilai perusahaan, dan aspek
lain dari organisasi merupakan factor yang membuat perusahaan tumbuh, berubah,
dan berhasil. Tanpa inovasi, tiada satu perusahaan pun yang dapat bertahan.
Manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan
organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengelolaan,
kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya-sumber daya organisasional.
Manajemen mempunyai empat fungsi, yaitu sebagai berikut :
Ø Perencanaan
adalah mengidentifikasikan berbagai tujuan untuk kinerja organisasi di masa
mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumberdaya yang diperlukan
untuk mencapainya.
Ø Pengelolaan
adalah mencakup menentukan tugas, mengelompokkan tugas, mendelegasikan
otoritas, dan mengalokasikan sumber daya di seluruh organisasi,
Ø Kepemimpinan
adalah menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan guna mencapai
tujuan-tujuan organisasional.
Ø Pengendalian
adalah memonitor aktivitas karyawan, menentukan apakah organisasi sejalan
dengan tujuannya, dan membuat koreksi bila diperlukan.
Organisasi adalah suatu
entitas social yang diarahkan oleh tujuan dan dibangun secara sengaja. Tanggung
jawab terbesar para manajer adalah untuk mencapai kinerja tinggi, yakni
pencapaian tujuan-tujuan organisasional dengan menggunakan sumber daya secara efisien dan
efektif.Efektivitas adalah sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang
ditetapkan, atau berhasil mencapai apa pun yang coba dikerjakan.Efisiensi
adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional.
Keterampilan
Manajemen :
a. Keterampilan
Konseptual : kemampuan kognitif untuk melihat organiasasi sebagai suatu sistem
utuh dan hubungan antarbagiannya.
b. Keterampilan
Interpersonal : kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain,
serta bekerja secara efektif sebagai anggota tim.
c. Kemampuan
Teknis : pemahaman dan penguasaan dalam melaksanakan tugas tertentu.
Saat keterampilan gagal
ketika manajer gagal untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap perubahan di
dunia. Kesalahan manajer yang lain mencakup kemampuan komunikasi dan menyimak
yang buruk, keterampilan interpersonal yang buruk, memperlakukan karyawan
sebagai instrument, gagal memperjelas arahan dan ekspektasi kinerja, melarang
pendapat-pendapat yang berseberangan, dan ketidakmampuan membangun tim
manajemen yang bercirikan saling percaya dan hormat.
Jenis-jenis
Manajemen :
Ø Perbedaan
vertical :
-
Manajer puncak (top manager) berada di tingkat teratas hierarki dan bertanggung
jawab terhadap keseluruhan organisasi.
-
Manajer tingkat menengah (middle manager) bekerja di tingkat
menegah dan bertanggung jawab untuk unit-unit bisnis dan departemen-departemen
utama.
-
Manajer proyek (project manager) bertanggung jawab untuk proyek kerja temporer
yang melibatkan pertisipasi orang dari beragam fungsi dan tingkatan organiasi
dan mungkin juga dari luar perusahaan.
-
Manajer lini pertama(first-line manager) bertanggung jawab
secara langsung terhadap barang dan jasa. Focus utama mereka adalah penerapan
aturan dan prosedur untuk mencapai produksi secara efisien, memberikan bantuan
teknis, dan memotivasi bawahan.
Ø Perbedaan
horizontal
-
Manajer fungsional (functional manager) bertanggung jawab bagi departemen-departemen
yang mengerjakan tugas fungsional tunggal dan memiliki karyawan dengan
pelatihan dan keterampilan yang serupa.
-
Manajer umum (general manager) bertanggung jawab bagi sejumlah departemen yang
mengerjakan fungsi.
Seorang manajer menyenangi kegiatan memimpin orang
lain, membuat jaringan, dan melahirkan inovasi. Sedangkan, manajer paling tidak
senang apabila mengendali bawahan, menangani pekerjaan yang melibatkan kertas,
dan mengelola tekanan deadline. Salah satu kesalahan manajer baru adalah ingin
menyelesaikan semua pekerjaan sendiri daripada memercayakan kepada orang lain
dan mengembangkan kemampuan orang lain.
Aktivitas manajerial adalah sesibuk apa para manajer
dan seberapa repot pekerjaan rata-rata. Petualangan
Multitasking, cirri aktivitas manajerial adalah keragaman, fragmentasi, dan
durasi yang singkat. Hidup Cepat,
manajer melakukan banyak pekerjaan dengan kecepatan yang mengagumkan.
Peran adalah sejumlah ekspetasi terhadap perilaku
manajer. Peran dikategorikan menjadi tiga, yaitu :
-
Peran informasi : berbagai aktivitas
yang dilakukan untuk merawat dan membangun jaringan informasi.
-
Peran interpersonal : berkenaan dengan
hubungan dengan orang lain dan berkaitan dengan keterampilan interpersonal.
-
Peran keputusan : berkenaan dengan
berbagai peristiwa yang di dalamnya manajer harus menentukan sikap dan
mengambil tindakan.
Satu penemuan menarik adalah bawa para manajer usaha
kecil cenderung mengutamakan peran yang berbeda dengan peran manajer perusahaan
besar. Perbedaan utamanya adalah bahwa para manajer bisnis mengarahkan
aktivitas mereka untuk memeroleh uang bagi perusahaan, sementara para manajer
organisasi nonprofit mengarahkan upaya mereka untuk menghasilkan dampak social.
Karakteristik utama tempat kerja baru adalah digitalisasi bisnis, yang telah mengubah
cara kerja, karyawan, dan tempa kerja itu sendiri secara radikal. Tempat kerja
lama dicirikan oleh spesialisasi tugas rutin dan prosedur kendali standar.
Tempat kerja baru diorganisasikan dalam jaringan, bukan hierarki kaku. Sukses
ditempat kerja baru bergantung kepada kekuatan dan kualitas hubungan
kolaboratif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar