Rabu, 21 November 2012

Manajemen Inovatif Di Masa Sulit


Manajemen Inovatif Di Masa Sulit

Kali ini saya akan menjelaskan tentang Manajemen Inovatif Di Masa Sulit. Mengapa inovasi itu penting ? Inovasi dalam produk, layanan, sistem mananejmen, proses produksi, nilai-nilai perusahaan, dan aspek lain dari organisasi merupakan factor yang membuat perusahaan tumbuh, berubah, dan berhasil. Tanpa inovasi, tiada satu perusahaan pun yang dapat bertahan.
Manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya-sumber daya organisasional. Manajemen mempunyai empat fungsi, yaitu sebagai berikut :
Ø  Perencanaan adalah mengidentifikasikan berbagai tujuan untuk kinerja organisasi di masa mendatang serta memutuskan tugas dan penggunaan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapainya.
Ø  Pengelolaan adalah mencakup menentukan tugas, mengelompokkan tugas, mendelegasikan otoritas, dan mengalokasikan sumber daya di seluruh organisasi,
Ø  Kepemimpinan adalah menggunakan pengaruh untuk memotivasi karyawan guna mencapai tujuan-tujuan organisasional.
Ø  Pengendalian adalah memonitor aktivitas karyawan, menentukan apakah organisasi sejalan dengan tujuannya, dan membuat koreksi bila diperlukan.
Organisasi adalah suatu entitas social yang diarahkan oleh tujuan dan dibangun secara sengaja. Tanggung jawab terbesar para manajer adalah untuk mencapai kinerja tinggi, yakni pencapaian tujuan-tujuan organisasional dengan menggunakan  sumber daya secara efisien dan efektif.Efektivitas adalah sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apa pun yang coba dikerjakan.Efisiensi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional.
Keterampilan Manajemen :
a.       Keterampilan Konseptual : kemampuan kognitif untuk melihat organiasasi sebagai suatu sistem utuh dan hubungan antarbagiannya.
b.      Keterampilan Interpersonal : kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain, serta bekerja secara efektif sebagai anggota tim.
c.       Kemampuan Teknis : pemahaman dan penguasaan dalam melaksanakan tugas tertentu.
Saat keterampilan gagal ketika manajer gagal untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap perubahan di dunia. Kesalahan manajer yang lain mencakup kemampuan komunikasi dan menyimak yang buruk, keterampilan interpersonal yang buruk, memperlakukan karyawan sebagai instrument, gagal memperjelas arahan dan ekspektasi kinerja, melarang pendapat-pendapat yang berseberangan, dan ketidakmampuan membangun tim manajemen yang bercirikan saling percaya dan hormat.
Jenis-jenis Manajemen :
Ø  Perbedaan vertical :

-         Manajer puncak (top manager) berada di tingkat teratas hierarki dan bertanggung jawab terhadap keseluruhan organisasi.
-         Manajer tingkat menengah (middle manager) bekerja di tingkat menegah dan bertanggung jawab untuk unit-unit bisnis dan departemen-departemen utama.
-         Manajer proyek (project manager) bertanggung jawab untuk proyek kerja temporer yang melibatkan pertisipasi orang dari beragam fungsi dan tingkatan organiasi dan mungkin juga dari luar perusahaan.
-         Manajer lini pertama(first-line manager) bertanggung jawab secara langsung terhadap barang dan jasa. Focus utama mereka adalah penerapan aturan dan prosedur untuk mencapai produksi secara efisien, memberikan bantuan teknis, dan memotivasi bawahan.

Ø  Perbedaan horizontal
-         Manajer fungsional (functional manager) bertanggung jawab bagi departemen-departemen yang mengerjakan tugas fungsional tunggal dan memiliki karyawan dengan pelatihan dan keterampilan yang serupa.
-         Manajer umum (general manager) bertanggung jawab bagi sejumlah departemen yang mengerjakan fungsi.
Seorang manajer menyenangi kegiatan memimpin orang lain, membuat jaringan, dan melahirkan inovasi. Sedangkan, manajer paling tidak senang apabila mengendali bawahan, menangani pekerjaan yang melibatkan kertas, dan mengelola tekanan deadline. Salah satu kesalahan manajer baru adalah ingin menyelesaikan semua pekerjaan sendiri daripada memercayakan kepada orang lain dan mengembangkan kemampuan orang lain.
Aktivitas manajerial adalah sesibuk apa para manajer dan seberapa repot pekerjaan rata-rata. Petualangan Multitasking, cirri aktivitas manajerial adalah keragaman, fragmentasi, dan durasi yang singkat. Hidup Cepat, manajer melakukan banyak pekerjaan dengan kecepatan yang mengagumkan.
Peran adalah sejumlah ekspetasi terhadap perilaku manajer. Peran dikategorikan menjadi tiga, yaitu :
-         Peran informasi : berbagai aktivitas yang dilakukan untuk merawat dan membangun jaringan informasi.
-         Peran interpersonal : berkenaan dengan hubungan dengan orang lain dan berkaitan dengan keterampilan interpersonal.
-         Peran keputusan : berkenaan dengan berbagai peristiwa yang di dalamnya manajer harus menentukan sikap dan mengambil tindakan.
Satu penemuan menarik adalah bawa para manajer usaha kecil cenderung mengutamakan peran yang berbeda dengan peran manajer perusahaan besar. Perbedaan utamanya adalah bahwa para manajer bisnis mengarahkan aktivitas mereka untuk memeroleh uang bagi perusahaan, sementara para manajer organisasi nonprofit mengarahkan upaya mereka untuk menghasilkan dampak social.
Karakteristik utama tempat kerja baru adalah digitalisasi bisnis, yang telah mengubah cara kerja, karyawan, dan tempa kerja itu sendiri secara radikal. Tempat kerja lama dicirikan oleh spesialisasi tugas rutin dan prosedur kendali standar. Tempat kerja baru diorganisasikan dalam jaringan, bukan hierarki kaku. Sukses ditempat kerja baru bergantung kepada kekuatan dan kualitas hubungan kolaboratif. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar