Sabtu, 15 Desember 2012

2013 Bank Mandiri targetkan Kredit tumbuh 22%


JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menargetkan penyaluran kredit sebesar 22 persen pada tahun 201 mendatang. Namun penyaluran tersebut juga harus mempertimbangkan kondisi perekonomian.

"Kalau ekonomi internasional slowdown penyaluran pertumbuhan kredit 20-22 persen,"
kata Direktur Komersial dan Bisnis Banking Bank Mandiri Sunarso, Sabtu (15/12/2012)

Sunarso menambahkan, porsi penyaluran kredit di sektor korporasi akan sekira 11-12 persen. Sementara terkait dengan suku bunga kreditnya, dia menambahkan akan sesuai dengan resiko penyaluran kredit.

"Mandiri memberikan suku bunga berdasarkan riskbase pricing, artinya ada barang, ada resiko,ada harga. Kalau resikonya rendah sangat bisa mendapatkan bunga singel digit," tutup Sunarso.

Tips Memperbesar Pembelian per Konsumen


Tips Memperbesar Pembelian per Konsumen

Setelah calon konsumen menjadi konsumen, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk memperbesar pembelian per konsumen, antara lain dapat dilakukan dengan cara :

1. Menaikkan Harga
Menaikkan harga sesuai dengan kondisi pasar akan sangat efektif sebagai langkah memperbesar pembelian per konsumen. Jika produk Anda telah benar-benar dapat diterima para konsumen dan mereka sangat menyukainya, apalagi untuk produk-produk yang eksklusif atau produk yang punya nilai tambah yang menarik, Anda dapat secara bertahap menaikkan harganya. 

2. Up Sell
Yang dimaksud dengan up sell di sini adalah tawarkan versi yang lebih.

3. Cross Sell
Tawarkan lebih dari yang konsumen cari. Kita bisa menawarkan produk lain setelah konsumen melakukan pembelian produk tertentu. Teknik menawarkan seperti itu tanpa biaya alias gratis , tapi hasilnya bisa miliaran dolar per tahun di seluruh dunia.   

4. Tawarkan Paket
Kita dapat memberikan paket pembelian. Misalnya, untuk satu paket seminar (dari tingkat dasar hingga ahli) kita akan member sejumlah potongan harga tertentu, dengan salah satu syarat mereka membayar di muka.

5. Beri Checklist
Misalnya, ketika seorang konsumen membeli produk perlengkapan bayi, berikan kepadanya checklistyang berisi semua barang keperluan bayi. Dengan adanya checklist, konsumen yang pada awalnya hanya mau membeli minyak telon menjadi ingat bahwa mereka juga butuh keperluan bayi lainnya sehingga kemungkinan konsumen bisa membeli jauh lebih banyak. 

6. Terima Segala Macam Pembayaran
Terkadang orang tidak cukup membawa tunai pembayarannya maka pembayaran boleh dilakukan dengan transfer, kartu debit, kartu kredit atau cek. 

7. Beri Insentif untuk Sales Team
Semakin besar omzet, semakin besar komisi. Akan mendorong para sales team untuk melakukan berbagi usaha yang mampu meningkatkan penjualan atau target omzet mereka.

8. Beri Insentif kepada Pembeli
Semakin besar beli = semakin besar insentif. Banyak pengusaha melupakan satu hal ini bahwa sebenarnya dengan senantiasa memberi insentif kepada para pembeli (jika mereka membeli dalam jumlah besar tertentu) akan semakin menarik mereka untuk melakukan pembelian ulang produk-produk

Mengelola Kinerja dan Mutu



Pengertian Kontrol organisasi ( organizational control ) adalah proses sistematis dalam mengatur aktivitas organisasi agar tetap konsisten dengan pengharapan yang telah dibangun dalam rencana, target, dan standar kinerja.
Manajer mengontrol :
1.    Proses kerja
2.    Perilaku karyawan
3.    Sumber daya keuangan
4.    Profitabillitas
Kartu Skor Berimbang ( balanced scorecard ) adalah sistem kontrol manajemen komprehensif yang menyeimbangkan ukuran keuangan tradisional dengan ukuran operasional yang beruhubungan dengan faktor-faktor kesuksesan penting yang ada di perusahaan.
Kartu skor berimbang berisi empat perspektif utama :
1.    Kinerja keuangan
2.    Layanan pelanggan
3.    proses bisnis internal
4.    kapasitas organisasi untuk belajar dan tumbuh
Aplikasi untuk anggaran / kontrol anggaran, salah satu metode yang palin sering digunakan dalam kontrol manajemen, adalah penentuan target untuk pengeluaran organisasi, mengawasi hasil dan membandingkannya dengan anggaran yang ada, dan membuat perubahaan jika perlu. Sebagai alat pengontrol, anggaran adalah laporan yang berisi pengeluaran terkini dan terencana untuk uang,aset,bahan mentah,gaji, dan sumber daya lainnya.
  • Pusat tanggung jawab ( responsibility center ) adalah Sebuah unit organisasi di bawah pengawasan seorang pegawai yang bertanggung jawab atas aktivitas organisasi (departemen atau  unit) tersebut.
  • Anggaran biaya ( expense budget ) adalah Terdiri atpuntuk setiap as biaya antisipasi dan biaya aktual untuk setiap pusat pertanggung jawaban dan organisasi secara keseluruhan.
  • Anggaran pendapatan ( revenue budget ) adalah Pendapatan perkiraan dan pendapatan aktual suatu organisasi.
  • Anggaran Kas ( cash budget ) adalah Menghitung penerimaan dan pengeluaran uang pada basis harian atau mingguan untuk menjamin bahwa suatu organisasi memiliki kas yang cukup untuk memnuhi kewajibannya.
  • Anggaran modal ( capital budget ) adalah Berisi investasi terencana dalam aset besar seperti bangunan, peralatan berat, atau sistem teknologi informasi yang kompleks
  • Penganggaran dari atas ke bawah ( top-down budgeting ) adalah Proses penganggaran dimana manajer-manajer tempat bawah menganggarkan kebutuhan sumber daya departemennya dan melemparkannya ke atas untuk disetujui oleh manajer-manajer puncak
  • Penganggaran dari bawah ke atas( down-up budegeting ) adalah PRoses dimana manajer-manajer tingkat bawah mengantisipasi kebutuhan sumber daya departemen mereka, kemudia mengirimkannya ke atas, pada manajer-manajer puncak untuk disetuji.
Laporan Keuangan ada 2 :
1.         Laporan Neraca Keuangan ( Balanca sheet ) adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan yang berhubungan dengan aset dan kewajiban pada waktu tertentu. Aset adalah apa yang dimiliki suatu perusahaan, dan aset terdiri dari aset lancar dan aset tetap, kewajiban adalah utang yang dimiliki perusahaan, diantaranya utang lancar dan utang jangka panjang.
2.         Laporan Laba/Rugi ( income statement ) adalah meringkas kinerja keuangan perusahaan untuk interval tertentu, biasanya satu tahun. Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan yang masuk ke dalam organisasi dari semua sumberm serta mengurangi semua biaya, termasuk biaya barang terjual, bunga, pajak, dan depresiasi.
  • Rasio Likuiditas ( Liquidity ratio ) adalah Perbandingan keuangan yang menunjukkan kemampuan suatu organisasi untuk memenuhi kewajiban utangnya.
  • Rasio aktivitas ( aktivity ratio ) adalah Rasio keuangan yang mengukur kinerja internal suatu organisasi yang berhubungan dengan aktivitas penting yang ditentukan oleh manajemen.
  • Rasio keuntungan ( leverge ) adalah Aktivitas pendanaan dengan uang pinjaman. Rasio keuangan yang menggambarkan keuntungan milik perusahaan yang berkenaan dengan sumber daya keuntungan misalnya, penjualan atau jumlah aset.

-               Kontrol hierarki ( hierarchical control ) adalah Penggunaan aturan kebijakan, hierarki wewenang, dan alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku pegawai dan menilai kinerja/ cara mengawasi dan memengaruhi perilaku pegawai secara ekstensif dengan menggunakan aturan, kebijakan, hierarki wewenang, dokumen tertulis, sistem pemberian penghargaan, mekanisme formal lainnya.
-               Kontrol didesentralisasi ( decentralized control ) adalah Didasarkan pada nilai-nilai dan asumsi yang hampir berlawanan dengan dasar-dasar hierarki / Penggunaan budaya perusahaan norma kelompk, dan fokus terhadap tujuan daripada aturan dan prosedur untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional suatu perusahaan.
  • Manajemen buka buku ( open – book management ) adalah membuat para pegawai mempelajari sendiri melalui grafik, gambar, rapat, dan sebagainya dalam kondisi keuangan perusahaan / Berbagai informasi keuangan dari hasil-hasilnya dengan semua pegawai di organisasi.
  • Manajemen kualitas total ( total quality management/TQM ) adalah Komitmen seluruh anggota perusahaan untuk menananmkan kualitas ke dalam setiap aktivitas dengan cara melakukan perbaikan terus menerus
-               Siklus kualitas adalah Sebuah kelompok yang terdiri atas 6 hingga 12 orang pengawal yang bertemu secara rutin untuk membahas dan menyelesaikan masalah yang mempengaruhi pekerjaan mereka.
-               Tolak Ukur ( Benchmarking) adalah Proses terus menerus dalam mengukur produksi, layanan dan praktik dengan dibandingkan pada pesaing-pesaing besar atau perusahaan-perusahaan unggul di industrinya.
-               SixSigma adalah Pendekatan kendali mutu yang memperhitungkan segala hal dan menekankan pengejaran yang disiplih dan gigih untuk mencapai kualitas yang lebih tinggi serta biaya yang lebih rendah.
-               Siklus waktu ( cycle time ) adalah Langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan untuk menyelesaikan suatu proses, seperti membuat reservasi penerbangan, memproses permintaan lewat internet, dan membuka dana pensiun.
  • Perbaikan terus menerus ( continous improvement ) adalah pelaksanaan sejumlah besar perbaikan tambahan kecil di semua area organisasi secara terus menerus.
  • Perbaikan ISO 9000 adalah Standart yang merupakan hasil dari konsesnsus internasional tentang syarat manajemen kualitas yang baik sebagaimana yang diuraikan oleh International Organization for Standardization.
  • Pertambahan nilai ekonomis ( economic value added /EVA ) adalah Sistem kontrol yang mengukur kinerja yang berkenaan dengan keuntungan setelah pajak dikurangi biaya modal yang diinvestasikan pada aset nyata.
  • Pertimbangan nilai pasar ( market value added/MVA ) adalah Sistem kontrol yang mengukur perkiraan pasar saham terhadap nilai perusahaan terdahulu dan proyek investasi modal yang diharapkan.
  • Pembiayaan berbasis aktivitas ( activity based costing /ABC ) adalah Sistem kontrol yang mengidentifikasi beragam aktivitas yang dibutuhkan untuk menyediakan produk dan mengalokasikan biaya sesuai aktivitas tersebut.
Tata kelola perusahaan ( corporate governonce ) adalah Sistem tata kelola organisasi sehingga kepentingan pemilik perusahaan dapat dilindungi


Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah Kemampuan untuk memengaruhi orang lain guna mencapai tujuan organisasional. Sifat kepemimpinan mengandung tiga aspek yang menonjol, yaitu :
1. Manusia
2. Pengaruh
3. Tujuan
Hal menarik tentang kepemimpinan masa kini ialah pendekatan postheroic, yaitu yang mengutamakan tindakan – tindakan subti, tidakkasat mata, dan sering tanpa pamrihdilakukan setiap hari oleh para pemimpin, bukan prestasi hebat para palahwan bisnis kenamaan.

Ciri utama pemimpin postheroic adalah kerendahaan hati. Kerendahaan hati sendiri itu adalah bersikaprendah hati dan tidak berpura – pura.
-          Kepemimpinan Interaktif :
  • Menekan ambisi pribadi dan membangun potensi
  • Lebih menyukai proses konsensual dan kolaboratif
  • Tumbuh dari penelitian pemimpin laki-laki dan perempuan
       Kepemimpinan Tingkat 5 :
  • Didefinisikan dalam buku Good to Great
  • Hampir berkurangnya ego
  • Fokus dalam Organisasi dan hasil
Berikut dibawah ini adalah hierarki tingkat 5 :

·         Tingkat 1 : individu berkemampuan tinggi
Memberi sumbangan lewat produktif lewat bakat, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan kerja yang baik.
·         Tingkat 2 : anggota tim aktif
Menyumbangkan kemampuan individu untuk mencapai tujuan tim dan bekerja dengan orang lain secara efektif dalam kelompok.
·         Tingkat 3 : manajer handal
Mengordinasi manusiadan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
·         Tingkat 4 : pemimpin yang aktif
Mempeercepat komitmen dan pencapaian visi yang jelas dan menarik,serta mendorong standar kinerja yang lebih tinggi.
·         Tingkat 5 : ekslusif tingkat 5
Membangun kejayaan yang kekal lewat gabungan paradoksal kerndahan hati dan tekad profesional.

Kepemimpinan

Para peneliti di the ohio state university melakukan survei atau riset kepada para pemimpin untuk meneliti ratusan dimensi perilaku pemimpin, mereka mengidentifikasi dua perilaku utama yaitu perimbangan dan struktur pemulaan.

Pertimbangan adalah jenis peerilaku yang menggambarkan sejauh mana sang pemimpin memikirkan bawahan, menghargai pikiran dan perasaan meraka serta membangun rasa saling percaya.

Struktur pemulaan adalah jenis perilaku yang menggambarkan kadar perilaku tugas yaitu sejauh man sang pemimpin berorientasi tugas dan mengarahkan pekerjaan bawahannya ntuk mencapai tujuan.

Pendekatan kontigensi, merupakan model kepemimpinan yang menggambarkan hubungan antara gaya kepemimpinan dan situasi spesifik di organisasi.

Teori kepemimpinan situansional merupakan pengembangan menarik dariteori perilaku yang terangkum pada kisi –kisi kepemimpinan. Menurut teori situasional, seorang pemimpin dapat menggunakan datu dari empat gaya kepemimpinan, berdasarkan gabungan perilaku hubungan dan tugas.

Teori Fielder

Tolak teori Fiedler adalah Sejauh mana gaya pemimpin berorientasi tugas atau berorientasi hubungan (manusia). Fiedler menganggap gaya kepemimpinan seseorang relatif tetap dan sulit diubah. Oleh karena itu, ide dasarnya adalah mencocokan gaya pemimpin dengan situasi yang paling sesuai dengan efektivitasnya.
Pengganti ( subtitute ) adalah Variabel situasi yang membuat gaya kepemimpinan tidak diperlukan atau berlebihan.
Pembatalan adalah Variabel situasi yang membatalkan gaya kepemimpinan dan mencegah, pemimpin menunjukan perilaku tertentu.

Pemimpin karismatik ialah pemimpin yang mamou memotivasi bawahannya untuk dapat melampaui atau melebihi kemampuan mereka. Pemimpin karismatik cenderung sulit ditebak karena mereka menciptakan atmosfer perubahan dan mereka dapat terobsesi dengan ide ide visioner yang menggairahkan, menstimulasi dan mendorong orang lain untuk bekerja keras.

Pemimpin transaksional ialah pemimpin yang dibedakan oleh kemampuan istimewa mereka untuk memunculkan inovasi dan perubahan. Pemimpin transaksional mampu memimpin perubahan misi,strategi, struktur dan budaya diorganisasi ,disamping mendorong inovasi dibidang produk dan teknologi.

Berikut adalah sumber kekuatan yang dapat diperoleh pengikut dan juga pemimpin :

Kekuasaan posisi, kekuassan manajer yang muncul dari organisasi
Kekuasaan sah, kekuasaan yang muncul dari posisi manajemen formal diorganisasi dan kewenangan yang diberikan kepadanya.
Kekuasaan imbalan, berasal dari kewenangan untuk memberikan imbalan kepada orang lain.
Kekuasaan hukuman, memiliki kewenangan untuk menghukum atau merekomendasikan hukuman.
Kekuasaan pribadi, berasaldari pengetahuan khusus atau karakteristik pribadi seseorang.
Kekuasaan ahli, kekuasaan yang berasal dari pengetahuan khusus atau keahlian khusus seseorang tentang tugas yang sedang dikerjakan.
Kekuasaan rujukan, berasal dari karakteristik pribadiseseorang yang membuat orang lain memihak,menghormati, dan mengagumi hinga menirunya.
Ada sumber – sumber kekuasaan lain yang tidak berhubungan dengan orang atau posisi tertentu, melainkan peran yang dimiliki seseorang dikeseluruhan fungsi organisasi.

Sumber – sumber penting itu meliputi :

Upaya pribadi, orang yang menunjukan inisiatif, bekerja melebihi yang diharapkan dari mereka.
Jejaring hubungan, orang yang berkecinambung dijejaring hubungan memiliki kekuasaan yang lebih besar.
Informasi, merupakan sumber daya bisnis utama, dan orang yang memiliki akses terhadap informasi mengendalikan bagaimana dan untuk siapa informasi didistribusikan biasanya kuat.

Berikut dibawah ini 7 taktik pengaruh interpersonal bagi pemimpim, meliputi :
1.      Gunakan persuasi yang rasional
2.      Buat orang lain menyukai anda
3.      Andalkan aturan timbal balik
4.      Bagun alisiansi
5.      Bersikap tegas
6.      Memanfaatkan wewenang yang lebih tinggi
7.      Berikan imbalan atas perilaku yang anda inginkan



Merancang Organisasi yang Adaptif



Pengelolaan ( Organizing ) :
Penyebaran berbagai sumber daya yang ada di organisasi untuk mewujudkan tujuan strategis. Penyebaran sumber daya dicerminkan dalam divisi kerja organisasi ke dalam departemen – departemen dan tugas – tugas khusus. Proses pengolahan nantinya akan menciptakan struktur organisasi yang menentukan bagaimana tugas – tugas akan dibagi dan sumber daya akan disebar.
     Pengelolaan Struktur Vertikal
- Struktur Organisasi ( Organization Structure) diartikan menjadi 3 :
1. Seperangkat tugas-tugas formal yang diberikan pada individu dan departemen.
2. Hubungan pelaporan formal, yang terdiri atas garis wewenang, tanggung jawab dalam mengambil keputusan, banyaknya tingkatan hierarkis, dan cakupan pengendalian manajer
3. Rancangan sistem untuk menjamin terciptanya koordinasi pegawai yang efektif antar- departemen.
- Peta Organisasi ( Organization chart ) yaitu sebuah kerangka untuk melakukan pengendalian vertikal dalam organisasi. Karakteristik dari struktur vertikal ditunjukan dalam peta organisasi
( organization chart ) yaitu representasi visual dari sebuah struktur organisasi.
-Spesialisasi kerja ( Work Specialization ), yang terkadang juga disebut sebagai divisi kerja, adalah kadar yang digunakan untuk membagi – bagi tugas – tugas organisasi menjadi pekerjaan – pekerjaan yang lebih spesifik.
Rantai Perintah :
Rantai perintah ( chain of command ) adalah garis wewenang yang tidak terputus dimana menghubungkan semua orang dalam sebuah organisasi dan menunjukkan posisi orang – orang tersebut. Rantai perintah ini berhubungan dengan dua prinsip : kesatuan perintah, dan prinsip skalar. Wewenang dan tanggung jawab dalam tugas-tugas yang berbeda haruslah ditentukan dengan jelas.
Wewenang ( authority ) adalah hak formal dan sah yang dimiliki seorang manajer untuk mengambil keputusan, memberikan perintah dan mengalokasikan sumber daya guna memperoleh hasil yang dikehendaki organisasi. Wewenang ini dibedakan menjadi 3 karakteristik;
1. Wewenang diemban dalam kaitannya dengan jabatan, bukan orang
2. Wewenang berlaku untuk bawahan
3. Wewenang berjalan dari ataske bawah dalam hierarki vertical
Tanggung Jawab ( Responsibillity ) adalah kewajiban untuk menjalankan tugas atau aktivitas yang diembankan. Biasanya manajer diberikan wewenang yang setaraf dengan tanggung jawabnya.
Akuntabilitas ( accountabillity ) berarti bahwa orang-orang yang berwenang dan bertanggung jawab adalah orang-orang yang memberikan laporan dan pembenaran akan hasil dari suatu tugas kepada pihak yang posisinya dalam rantai perintah lebih tinggi dari pada mereka.
Delegasi adalah proses yang digunakan oleh para manajer untuk mengalihkan wewenang dan tanggung jawab mereka pada jabatan – jabatan yang lebih rendah dalam hierarki.
Pendekatan berikut ini dapat membantusetiap manajer melakukan delegasi dengan lebih efektif :
1.         Delegasikan tugas secara keseluruhan.
2.         Pilihlah orang yang tepat.
3.         Pastikan bahwa wewenang sebanding dengan tanggung jawab.
4.         Berikan instruksi yang menyeluruh.
5.         Jagalah feedback.
6.         Evaluasi dan berikan penghargaan atas kinerja.
7.         Sudah baikkah anda dalam melakukan pendelegasikan

Ketika parasupervisor harus terlibat jauh dengan para bawahan, lingkup manajemennya harus lebih kecil dan ketika para supervisor hanya terlibat secara dangkal, lingkup manajemnnya dapat diperbesar.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecilnya keterlibatan supervisor dan besarnya lingkup pengendalian ada 8, yaitu :
1. Pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan adalah pekerjaan yang sifatnya stabil dan rutin
2. Pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan adalah pekerjaan yang serupa antara satu dan lainya
3. Bawahan, jika lebih dari satu orang, ditempatkan di satu tempat yang sama.
4. Bawahan adalah orang yang sangat terlatih dan harus sedikit diarahkan dalam melaksanakan tugas.
5. Peraturan dan prosedur yang berkenaan dengan pelaksanaan tugas haruslah tersedia.
6. Sistem dan personel pendukung haruslah tersedia bagi manajer.
7. Waktu untuk melakukan supervisi terhadap kegiatan yang tidak perlu disupervisi, seperti melakukan koordinasi dengan departemen lain atau melakukan perencanaan,cukuplah dialokasikan sedikit saja.
8. Pilihan pribadi serta gaya manajer haruslah terlebih dahulu menguntungkan banyak bawahan.
Lima pendekatan terhadap desain struktur :
1. Fungsi Vertikal                   : pengelompokan jabatan – jabatan ke dalam depatemen berdasarkan keterampilan, keahlian, aktivitas kerja dan penggunaan sumber daya yang sama.
2. Divisional                : sebuah struktur organisasi dimana departemen-departemen dikelompokkan berdasarkan keluaran yang sama dalam suatu organisasi.
3. Matriks                    : struktur organisasi yang menggunakan rantai perintah fungsional dan divisional secara serentak dalam bagian yang sama pada organisasi.
4. Berdasarkan Kerja Tim       : memberikan cara bagi manajer untuk mendelegasikan wewenang dan memberikan tanggung jawab pada pekerja tingkat yang lebih bawah, serta menjadi lebih fleksibel dan responsive dalam lingkungan global yang penuh persaingan.
5. Jaringan Virtual       : struktur organisasi yang memisahkan fungsi-fungsi besar kedalam perusahaan –perusahaan yang berbeda dimana dihubungkan oleh sebuah organisasi dengan kantor pusat kecil.
Pentingnya Koordinasi ( Coordination ) :
Koordinasi ( coordination ) mengacu pada kualitas kolaborasi di antara departemen. Tanpa adanya koordinasi, bagian-bagian perusahaan tidak akan bergerak dengan selaras, sehingga akan menimbulkan permasalahan dan konflik.
Gugus Utama ( task force ) adalah tim atau komite sementara yang dibuat untuk menyelesaikan permasalahan jangka pendek yang terdiri atas beberapa departemen.
Manajer proyek ( project manager ) adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan aktivitas-aktivitas beberapa departemen untuk menyelesaikan proyek tertentu.
Rekayasa Ulang ( reengineering ) , terkadang disebut rekayasa ulang proses bisnis, perencangan ulang proses bisnis yang dilakukan secara radikal untuk mendapatkan peningkatan harga, kualitas, layanan, dan kecepatan.
Proses ( process ) adalah kumpulan tugas-tugas dan akitivitas-aktivitas yang berakaitan dan bekerja bersama untuk mengubah masukan menjadi keluaran dan untuk mencipatakan nilai. Contoh umum dari proses adalah proses pengembangan produk baru, proses pemenuhan perintah, dan proses pelayanan pelanggan.
Struktur mengikuti strategi adalah Hierarki vertikal terus menerus berkembang karena struktur ini sering memberikan keuntungan penting bagi organisasi.



Kamis, 13 Desember 2012

PERDAGANGAN INTERNASIONAL


A. PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Pengertian Perdagangan Internasional
Pada dasarnya manusia tidak dapat hidup sendiri, demikian halnya negara. Setiap negara membutuhkan negara lain untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya agar dapat hidup makmur dan sejahtera. Kerja sama dalam bentuk hubungan dagang antarnegara sangat dibutuhkan oleh setiap negara. Hal ini disebabkan setiap negara tidak dapat menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Selain itu, juga disebabkan adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki, iklim, letak geografis, jumlah penduduk, pengetahuan, dan teknologi. Alasan-alasan inilah yang menyebabkan munculnya perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional tidak hanya dilakukan oleh negara maju saja, namun juga negara berkembang. Perdagangan internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Adapun impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Dengan melakukan perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor impor, negara maju akan memperoleh bahan-bahan baku yang dibutuhkan industrinya sekaligus dapat menjual produknya ke negara-negara berkembang. Sementara itu, negara berkembang dapat mengekspor hasil-hasil produksi dalam negeri sehingga memperoleh devisa. Negara berkembang juga membutuhkan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal yang dapat diperoleh dari negara-negara maju. Devisa dan pinjaman dalam bentuk investasi dan modal ini dapat digunakan negara berkembang untuk memajukan perekonomian dalam negerinya.
Perdagangan internasional berbeda dengan perdagangan dalam negeri. Selain dari cakupan wilayahnya, kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada perdagangan internasional juga berbeda dengan perdagangan dalam negeri. Perbedaan-perbedaan antara kedua perdagangan tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

2. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Ada beberapa faktor yang mendorong semua negara di dunia melakukan perdagangan luar negeri. Faktor-faktor pendorong tersebut terdiri atas hal-hal berikut ini.
a. Perbedaan Sumber Daya Alam yang Dimiliki
Barang kebutuhan yang dapat dihasilkan oleh suatu negara tergantung pada sumber daya alam yang dimiliki. Perbedaan sumber daya ini juga tergantung pada kondisi wilayah di negara tersebut. Misalnya di Indonesia wilayah daratannya luas dan subur, sehingga sangat cocok untuk pertanian, yang sebagian besar hasil produksinya berupa kelapa sawit, karet, kopi, dan sebagainya. Sedangkan negara Singapura wilayah daratannya relatif sempit, sehingga kegiatan pertanian atau perkebunan cukup sedikit. Singapura dikenal sebagai negara industri yang menghasilkan beraneka ragam barang, salah satunya adalah alat-alat elektronik. Kebutuhan hasil-hasil pertanian dipenuh dengan cara mengimpor dari negara lain.


b . Teknologi eknologi
Setiap negara memiliki teknologi yang berbeda, sehingga barang yang dihasilkannya juga berbeda. Perbedaan-perbedaan inilah yang mendorong kegiatan pertukaran barang antarnegara. Perbedaan teknologi tersebut memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih modern dan mengimpor mesin-mesin atau alat-alat yang lebih modern untuk mewujudkan teknik dan cara produksi yang lebih baik.
c . Penghematan Biaya Produksi
Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara memproduksi barang dalam jumlah besar sehingga biaya produksi menjadi rendah. Misalnya Indonesia banyak menghasilkan barang-barang seperti padi, minyak kelapa sawit, kayu lapis, dan sebagainya. Namun, yang paling menguntungkan Indonesia bila memproduksi tekstil dan kayu lapis untuk diekspor ke berbagai negara, karena dapat menghemat biaya produksi.
d . Perbedaan Selera
Setiap negara dalam memproduksi barang-barang, kemungkinan mempunyai kesamaan. Meskipun demikian setiap negara mempunyai selera yang berbeda-beda. Hal inilah yang mendorong kegiatan perdagangan antarnegara. Misalnya Jepang dan Korea Selatan samasama menghasilkan barang-barang elektronik dan ikan tuna dalam jumlah yang hampir sama, tetapi orang Jepang lebih suka ikan tuna dan orang Korea Selatan lebih suka produk elektronik. Pada kondisi tersebut, negara Jepang lebih baik mengekspor barang-barang elektronik,
3. Manfaat Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional merupakan kegiatan yang cukup penting di setiap negara. Tidak ada satu negara di dunia ini yang tidak melakukan perdagangan internasional. Mereka yang melakukan perdagangan internasional, sudah tentu merasakan manfaatnya. Berikut ini beberapa manfaat dari perdagangan internasional.
a. Meningkatkan Hubungan Persahabatan Antarnegara
Adanya perdagangan antarnegara, dapat mewujudkan hubungan di antara negara-negara yang mengadakan perdagangan. Hubungan ini apabila terjalin dengan baik dapat meningkatkan hubungan persahabatan di antara negara-negara tersebut. Mereka dapat semakin akrab dan saling membantu bila mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan.

b . Kebutuhan Setiap Negara dapat Tercukupi
Dengan adanya perdagangan internasional, suatu negara yang masih kekurangan dalam memproduksi suatu barang dapat dipenuhi dengan mengimpor barang dari negara yang mempunyai kelebihan hasil produksi. Sebaliknya negara yang mempunyai kelebihan hasil produksi barang dapat mengekspor barang tersebut ke negara yang kekurangan. Dengan demikian kebutuhan setiap negara dapat tercukupi.
c . Mendorong Kegiatan Produksi Barang secara Maksimal
Salah satu tujuan suatu negara melakukan perdagangan internasional yaitu untuk memperluas pasar di luar negeri. Semakin luasnya pasar di luar negeri dapat mendorong peningkatan produksi barang di dalam negeri. Dengan demikian akan mendorong para pengusaha untuk menghasilkan barang produksi secara besar-besaran.
d . Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Adanya perdagangan antarnegara memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efisien. Perdagangan luar negeri memungkinkan negara tersebut mengimpor mesin-mesin atau alat-alat modern untuk melaksanakan teknik produksi dan cara produksi yang lebih baik. Dengan demikian, adanya teknologi yang lebih modern dapat meningkatkan produktivitas dan dapat mempercepat pertambahan produksi.
e . Setiap Negara dapat Mengadakan Spesialisasi Produksi
Perdagangan internasional dapat mendorong setiap negara untuk mengadakan spesialisasi produksi dengan memanfaatkan sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian secara maksimal. Dengan demikian suatu negara akan memiliki produk-produk unggulan sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.
f . Memperluas Lapangan Kerja
Semakin luasnya pasar di luar negeri, maka barang atau jasa yang dihasilkan juga semakin bertambah. Dengan meningkatnya hasil produksi, maka perusahaan akan semakin banyak membutuhkan tenaga kerja. Hal ini dapat membuka kesempatan kerja baru. Semakin luasnya kesempatan kerja maka pengangguran dapat dikurangi.
4. Hambatan  Perdagangan-Perdagangan Internasional
Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan negara-negara yang melakukan perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah, maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.

Bank Inggris Bayar Denda Termahal Dalam Sejarah


Sanksi denda adalah hukuman yang biasa diberikan pada individu atau lembaga yang dinyatakan bersalah dan merugikan pihak tertentu. Selain memberi efek jera, denda bertujuan menyita kekayaan yang diperoleh dari kejahatan atau untuk ganti rugi.
Kini, dua bank Inggris yakni HSBC Holdings Plc dan Standard Chartered Plc terkenda denda terbesar dalam sejarah lembaga keuangan dunia. Dua bank itu mesti membayar US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 24,1 triliun pada otoritas keuangan Amerika Serikat lantaran terkait transaksi ilegal.
Kantor berita Reuters mengabarkan, HSBC didenda US$ 1,92 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun karena terlibat kasus pencucian uang kartel narkoba serta pendanaan jaringan teroris global. Sedangkan Standard Chartered membayar US$ 667 juta atau Rp 6,4 triliun karena memfasilitasi transaksi ilegal ke Iran, Sudan, dan dua negara lainnya yang dikenai sanksi ekonomi oleh Amerika.
HSBC diketahui memfasilitasi transaksi kartel narkoba lantaran pernyataan dari otoritas keamanan Meksiko pada Februari 2008. Dalam, keterangannya, lembaga tersebut mengatakan HSBC unit Meksiko dipilih oleh pimpin geng narkoba untuk mengalirkan uang senilai US$ 881 juta dari hasil bisnis haram dalam lima tahun terakhir. Guna memperlancar aksinya, para penjahat mendesain kotak khusus untuk mengirim uang melalui jendela kasir di kantor cabang HSBC.
Presiden Direktur HSBC Stuart Gulliver mengatakan bersedia membayar denda untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami bertanggung jawab atas kesalahan masa lalu. Saat ini HSBC sudah sangat berbeda dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Sedangkan Standard Chartered membayar denda pada pemeintah Amerika karena mengalirkan uang ke Iran dan negara-negara yang terkena sanksi ekonomi. Departemen Kehakiman Amerika dan Kejaksaan Agung New York menuding bank itu menyembunyikan transaksi miliaran dolar selama 10 tahun. Manajemen Standard Chartered menyatakan akan menyelesaikan kasus ini.
Selain HSBC dan Standard Chartered, bank lain yang pernah dikenai denda besar adalah UBS dan Goldman Sach. UBS didenda US$ 780 juta pada 2009 karena menggelapkan pajak. Sedangkan Goldman membayar US$ 577 juta karena menyesatkan investor pada 2010.