Jumat, 23 November 2012

Perencanaan Manajerial dan Penetapan Tujuan


Perencanaan Manajerial dan Penetapan Tujuan

Kali ini saya akan menjelaskan tentang Perencanaan Manajerial dan Penetapan Tujuan.
Tujuan adalah kondisi si masa depan yang diinginkan dan coba diwujudkan oleh perusahaan.
Rencana adalah cetak biru yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan menentukan alokasi sumber daya, waktu, tugas, serta tindakan lain yang diperlukan.
Perencanaan adalah tindakan yang dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan.
Rencana operasional mengidentifikasikan prosedur atau proses tertentu yang diperlukan oleh tingkatan perusahaan yang lebih rendah, seperti departeman atau pegawai.
Manfaat Tujuan dan Rencana
-          Legimitasi : misi perusahaan menggambarkan maksud dan alasan keberadaannya.
-          Sumber motivasi dan komitmen : tujuan dan rencana meningkatkan motivasi dan komitmen pegawai dengan meminimalisasi ketidakpastian dan memerjelas hal-hal yang mesti mereka capai.
-          Alokasi sumber daya : tujuan membantu manajer memutuskan untuk bidang apa mereka harus mengalokasikan sumber daya, termasuk pegawai, modal, dan perlatan.
-          Panduan tindakan : tujuan dan rencana memberi arahan dengan memfokuskan perhatian kepada target-target tertentu dan mengarahkan upaya pegawai untuk mencapai sasaran penting.
-          Dasar pengambilan keputusan : dengan menetapkan tujuan dan melakukan perencanaan, para manajer memerjelas apa yang hendak dicapai oleh perusahaan.
-          Standar kinerja : karena menentukan hasil yang hendak dicapai perusahaan, tujuan juga berfungsi sebagai criteria kinerja dan standar penilaian.
Proses perencanaan perusahaan. Proses ini dimulai ketika para manajer membuat rencana perusahaan keseluruhan dengan menentukan misi dan tujuan strategis (perusahaan) dengan jelas. Kedua, mereka menerjemahkan rencana tersebut menjadi tindakan, yang mencakup mendefinisikan rencana dan sasaran teknis, membuat peta strategi untuk menyelaraskan tujuan, menyusun rencana kontingensi dan scenario, serta membentuk tim intelejen untuk menganalisis isu-isu utama persaingan. Ketiga, para manajer menjabarkan factor-faktor operasional yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Terakhir, para manajer secara rutin mengevaluasi rencana untuk belajar dari hasil yang telah dicapai serta mengubahnya jika diperlukan.
Misi, yang berarti dasar keberadaan perusahaan, berada di puncak hierarki tujuan. Misi menjabarkan nilai-nilai, cita-cita, dan dasar keberadaan perusahaan.
Pernyataan misi formal adalah gambaran umum tujuan yang membedakan suatu perusahaan dari perusahaan lain yang sejenis.
Tujuan strategis adalah pernyataan umum mengenai masa depan yang ingin dicapai perusahaan.
Rencana strategis adalah menentukan langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang akan diambil perusahaan untuk mencapai tujuan strategis.
Tujuan taktis adalah hasil-hasil yang hendak dicapai oleh divisi-divisi dan departemen-departemen utama di perusahaan.
Rencana taktis dibuat untuk membantu melaksanakan rencana strategis utama dan mencapai bagian tertentu dari strategis perusahaan.
Tujuan operasional adalah hasil yang diharapkan dari departemen, kelompok kerja, dan individu.
Rencana operasional disusun ditingkat perusahaan yang lebih rendahuntuk menentukan langkah-langkah dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan operasional dan untuk mendukung rencana taktis.
Peta strategi adalah gambaran visual dari factor-faktor penting pendorong kesuksesan perusahaan yang menunjukkan hubungan antara tujuan dan rencana spesifik di setiap bidang. Empat bidang penting yang menentukan kesuksesan perusahaan, yaitu pembelajaran dan pertumbuhan, proses internal, layanan pelanggan, dan kinerja perusahaan. Hal pentingnya adalah bahwa pembelajaran dan pertumbuhan berfungsi sebagai fondasi dalam mencapai tujuan proses bisnis internal yang baik. Mencapai tujuan proses internal memungkinkan perusahaan untuk membina hubungan yang erat dengan pelanggan, unggul dalam kualitas dan keandalan, serta memberikan solusi inovatif bagi berkembangnya kebutuhan pelanggan.
Karakteristik tujuan efektif
-          Spesifik dan terukur
-          Memiliki jangka waktu yang pasti
-          Mencakup hasil-hasil penting
-          Menantang tetapi realistis
-          Dikaitkan dengan imbalan
Manajemen Bersasaran adalah sistem yang digunakan oleh manajer dan pegawai untuk menentukan tujuan bagi setiap departemen, proyek, maupun personel, serta menggunakan mereka untuk memonitor kinerja selanjutnya. Masalah manajemen bersasaran muncul ketika perusahaan mengahadapi perubahan yang cepat. Keempat kegiatan utama untuk menyukseskan manajemen bersasaran adalah sebagai berikut :
Ø  Menetapkan tujuan
Ø  Membuat rencana tindakan
Ø  Mengevaluasi kemajuan
Ø  Menilai kinerja secara keseluruhan
Rencana sekali pakai adalah rencana yang dibuat untuk mencapai sejumlah tujuan yang kemungkinan tidak berulang dimasa depan. Rencana tetap adalah rencana yang berkelanjutan yang memberi panduan melakukan dan mengatasi tugas atau situasi yang terjadi secara berulang di perusahaan.
Tiga metode perencanaan penting
a.       Perencanaan kontigensi menentukan respons perusahaan ketika mengalami kondisi darurat, kemerosotan, maupun situasi tak terduga.
b.      Pembuatan scenario melibatkan langkah-langkah untuk mengamati trend an ketidaksinambungan yang sedang terjadi, serta memvisualisasikan kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik di masa depan.
c.       Perencanaan krisis yang memungkinkan mereka menghadapi kejadian-kejadian merugikan tak terduga yang dapat berpotensi merugikan perusahaan jika para manajer tidak siap untuk merespons dengan cepat dan tepat.
Tahap-tahap penting perencanaan krisis :
Ø  Pencegahan :
·         Membangun hubungan
·         Mendeteksi sinyal dari lingkungan
Ø  Persiapan :
·         Membentuk tim manajemen krisis dan juru bicara perusahaan
·         Membuat rencana manajemen krisis terperinci
·         Membuat sistem komunikasi yang efektif
Tujuan perencanaan dan penetapan tujuan adalah untuk membantu perusahaan mencapai kinerja tinggi.
Departemen perencanaan pusat adalah sekelompok ahli perencanaan yang melapor secara langsung kepada CEO atau presiden.
Pendekatan perencanaan yang baru adalah dengan melibatkan semua anggota perusahaan, dan terkadang pihak-pihak luar yang berkepentingan, dalam proses perencanaan. Perencanaan terdesentralisasi, yaitu para ahli perencanaan bekerja bersama para manajer divisi atau departemen utama untuk membuat tujuan dan rencana mereka sendiri.
Tujuan abadi adalah tujuan yang bersifat ambisius dan menarik serta menggugah perusahaan dan menginspirasi keunggulan.
Tim intelijen adalah sekelompok manajer dan pegawai lintas bagian yang bekerja sama untuk memahami masalah persaingan tertentu secara mendalam serta memberikan pemikiran dan saran untuk perencanaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar